Showing posts with label Strategi. Show all posts
Showing posts with label Strategi. Show all posts

Saturday, February 28, 2015

3 Strategi Menaikkan Harga Jual

Leave a Comment
3 Strategi Menaikkan Harga Jual

Pelanggan mudah pergi, jika harga produk tiba-tiba naik. 

Tingginya kenaikan harga kebutuhan pokok biasanya menimbulkan dilema bagi para pelaku bisnis. Di satu sisi, biaya produksi akan membengkak, sementara di sisi lain timbul ketakutan akan kehilangan pelanggan ketika memutuskan untuk menaikkan harga jual.

Isu mengenai harga memang sangat sensitif. Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu tidak mau rugi dengan kenaikan harga produksi. Karena itu, Anda perlu hati-hati sebelum memutuskan menaikkan harga jual.

Dikutip dari inc.com, inilah langkah tepat menaikkan harga jual, tanpa kehilangan pelanggan: 

Pelanggan harus menjadi orang pertama yang tahu ketika Anda memutuskan menaikkan harga jual. Katakan saja bahwa harga akan naik mulai minggu depan atau bulan depan. Anda juga harus bisa menjelaskan secara logis, mengapa Anda menaikkan harga jual.

Tingkatkan kualitas. Akan ada pebisnis yang berpikir untuk tidak menaikkan harga jual, namun mereka menurunkan kualitas produk. Langkah seperti itu justru akan membuat pelanggan kecewa dan pergi. Jadi, langkah yang baik adalah mengimbangi kenaikan harga tersebut dengan peningkatan kualitas.

Berikan pilihan kedua. Anda tahu mengapa banyak sekali produsen besar yang menawarkan pilihan paket hemat? Cara itu ternyata mampu mengikat pelanggan agar tidak pergi.

by.hasim pratamaputera
Read More...

Wednesday, February 25, 2015

Strategi Pemasaran Bisnis Online (Internet Marketing) 2015

Leave a Comment
Strategi Pemasaran Bisnis Online (Internet Marketing) 2015

hai agan,. kali ini saya akan membahas Strategi Internet Marketing 2015,. penasaran..??
Pada 2015, konsumen bisnis online diramalkan akan mengalami pergeseran tingkah laku dalam hal pemanfaatan teknologi digital. Dibutuhkan strategi baru dalam internet marketing. Pilih strategi yang tepat.
bisnistipz.com Unilever memiliki cara tersendiri sebelum mengeluarkan kampanye produk. Mereka menggandeng Google untuk mencari tahu topik apa yang kira-kira akan menjadi tren di internet. Google lalu menjawab dengan menggelontorkan sejumlah data mengenai kata kunci yang paling banyak dicari menjelang pergantian akhir tahun. Kepada Unilever, Google menyodorkan kata kunci “hair”. 

Hasilnya, di 2013, kanal  YouTube milik Unilever yang berjudul “All Things Hair” dilihat sebanyak 17 juta dan menjadi kanal tentang perawatan rambut yang paling banyak dilihat di YouTube. Bisa ditebak, penjualan produk perawatan rambut milik Unilever meningkat pesat. 

Anita Newton, konsultan marketing dan kontributor Inc.com, dalam blog-nya menuliskan, kesuksesan Unilever tersebut adalah bukti bagaimana penggunaan data bisa efektif dalam menentukan strategi marketing. Kabar baiknya, Google telah menyediakan tool Google Trends dan Google Insight untuk mereka yang membutuhkan data.

Lebih personal.
Allan Blair, head of strategy, Tribal Worldwide, London, memprediksi jika konsumen digital akan  menyukai sesuatu yang lebih personal di 2015. Konsumen akan menyukai hal-hal yang lebih eksklusif bagi dirinya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, pelaku bisnis online dituntut untuk lebih kreatif.  Misal, dengan menawarkan konsumen sesuatu yang bisa mereka ciptakan dan bagikan. Cara ini merupakan strategi memanfaatkan konsumen sebagai tenaga marketing tanpa bayaran.

Youtube semakin popular.
Promosi lewat video, sepanjang 2014, baru disentuh oleh sebagian pelaku bisnis online. Padahal, perkembangan YouTube sangatlah luar biasa. Setiap harinya, YouTube mencatat diakses lebih dari 100 juta pengguna internet. Sebanyak 40% mengakses lewat perangkat mobile. Bayangkan produk Anda hadir lewat YouTube.

Promosi lebih halus.
Di 2015, konsumen diramalkan akan lebih rewel. Mereka akan meminggirkan konten-konten internet yang melulu mempromosikan produk. Pelaku bisnis diminta untuk melakukan promosi secara lebih halus dan natural. Cara ini bisa dilakukan dengan lebih menambah jumlah konten berisi informasi ketimbang konten promosi, lebih mengedepankan dialog interaktif dengan konsumen ketimbang hanya menyodorkan produk. 

Semoga bermanfaat,.
by. Hasim Pratamaputera
Read More...