Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

Tuesday, March 3, 2015

Cara Investasi Lewat Game Online

Leave a Comment
Cara Investasi Lewat Game Online

hai,.. kali ini saya akan membahas Cara Investasi Lewat Game
Ilmu tentang investasi itu membosankan dan membingungkan. Statement ini mungkin ada benarnya, karena memang produk investasi merupakan produk yang rumit dengan bahasa yang tidak umum pula.

Namun hal itu bakal segera hilang, berkat Rich Game (apps.facebook.com/richgame), sebuah game online yang mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai cara mengoptimalkan produk keuangan, terutama investasi.

Dalam Rich Game online, pemain akan menghadapi berbagai tantangan dalam bentuk sejumlah skenario ekonomi dan keuangan. Tujuannya agar pemain dapat mensimulasikan bagaimana menghadapi kondisi ekonomi maupun keuangan yang berbeda-beda. 

Sepanjang permainan, ada beberapa ahli keuangan yang dapat diakses untuk mendapatkan informasi mengenai produk-produk keuangan yang ada dalam permainan. 

Serunya, para financial expert dari tim NgaturDuit.com juga dapat mengakses virtual chatroom secara reguler sehingga para pemain dapat berinteraksi dengan mereka untuk mendapatkan petunjuk mengenai cara menghadapi kondisi dalam permainan. Para pemain bisa berbagi perkembangannya dalam game dan mengundang teman-temannya untuk ikut bermain melalui facebook. 

Jenis-jenis produk keuangan yang ada dalam permainan yang pengembangannya sebagian didanai melalui hibah dari USAID melalui program SEADI (Support for Economic Analysis Development in Indonesia) – untuk mempromosikan pendidikan publik dalam memerangi financial illiteracy di Indonesia – adalah Tabungan, Deposito, Asuransi, Reksadana, Emas Fisik / Bullion, Saham, dan Futures,

Semakin seru karena NgaturDuit.com juga akan menyediakan berbagai hadiah offline untuk beberapa kategori dalam permainan, seperti pemain yang memiliki kekayaan terbesar atau memiliki pertumbuhan kekayaan terbesar dalam suatu kurun waktu tertentu

Selamat Mencoba
by. hasim prtamaputera
Read More...

Friday, February 27, 2015

bisnis properti yang menggiurkan di tahun 2015 - investasi properti

Leave a Comment
bisnis properti yang menggiurkan di tahun 2015 - investasi properti

hai agan,. kali ini saya akan membahas bisnis properti yang menggiurkan untuk di coba 2015,.. investasi properti,
Situasi politik pada 2014 rupanya cukup memukul perkembangan pasar properti di Indonesia. Buktinya, sempat terjadi perlambatan di industri ini. 

bisnistipz.com Hal tersebut yang diharapkan oleh para pengembang properti agar tidak terjadi di 2015 ini. Bahkan, tingginya inflasi dan suku bunga diyakini tidak memberikan dampak pada investasi di sektor properti. Hal tersebut disuarakan oleh CEO Samara Dana Property, Nathalia Sunaidi. 

“2014 adalah tahun politik. Oleh karena itu para pengembang properti melakukan taktik wait&see,’’ujar Nathalia Sunaidi di Jakarta. ‘’Walau begitu, properti masih menjadi instrumen investasi yang menggiurkan.

Menurut Nathalia, iklim investasi akan semakin membaik terutama bila dikaitkan dengan stabilitas ekonomi makro yang didukung kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil. 

“Komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan daya saing juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain proyek perbaikan kinerja salah satunya didorong oleh industri properti,” jelas Nathalia. “Dengan adanya dukungan positif tersebut, sektor properti di 2015 akan tumbuh dan memiliki prospek yang cerah.”

Nathalia juga mengungkapkan, bahwa berbagai proyek infrastruktur yang terus berkembang di Jakarta dan sekitarnya akan mendorong pertumbuhan properti tahun depan. 

“Pembangunan MRT, jalan tol, dan rute Trans Jakarta baru, tentunya akan memberikan efek positif," kata Nathalia. “Jadi, kondisi perlambatan yang terjadi saat ini tak perlu dirisaukan karena properti merupakan instrumen investasi jangka panjang. Perlambatan yang ada saat ini bukan berarti stagnan, tetapi masih tetap tumbuh," tegasnya."

Itu sebabnyan, seiring dengan potensi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kebutuhan, prospek investasi properti juga akan kembali mencorong. 

Dari kategori properti, Nathalia menjelaskan bahwa properti jenis landed house atau rumah tapak diyakini akan memberikan return lebih besar dibandingkan dengan property high rise. 

“Berdasarkan riset, gain (keuntungan, Red) yang bisa diraih untuk properti berbentuk rumah tapak bisa mencapai sekitar 20%,” tutur wanita yang juga menjabat sebagai CEO Rotterdam Properti. Hal itu, lantaran lahan yang semakin berkurang dan tingginya permintaan masyarakat akan properti membuat harga properti semakin tinggi. 

Hal itu, menurut Nathalia, dibuktikan dengan harga tetap naik meski Anda salah memilih lokasi rumah. “Itu yang membuat Indonesia bisa dikatakan sebagai surganya properti. Sebab akan selalu untung jika berinvestasi di Indonesia,” tegas Nathalia, yang lewat berbagai perusahaannya seperti Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti, telah membangun proyek di Jakarta dan sekitarnya seperti Rotterdam Residence, Rotterdam Business Center, Rotterdam Depok Residences dan Callabasas Residenses.  Proyek-proyek yang digarapnya tersebut terhitung cukup sukses dan mampu terjual dalam waktu singkat.

Sedikit tip dari Nathalia adalah jika Anda ingin memiliki properti, coba lirik kawasan di wilayah Koridor Timur Jakarta seperti Bekasi, yang memiliki keunggulan dari segi harga.

“Harga tanah di kawasan ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan kawasan Barat, seperti Serpong, Tangerang, Banten,” ungkap Nathalia.

semoga bermanfaat,.
by. Hasim Pratamaputera
Read More...

Wednesday, February 25, 2015

Motos Yang Beredar Tentang Investasi Saham

Leave a Comment
Motos Yang Beredar Tentang Investasi Saham

hai agan,. kali ini saya akan membahas soal mitos yang beredar tntang investasi saham,.
Saham adalah salah satu instrumen investasi yang sudah lama keberadaannya di Indonesia. Walau demikian popularitas instrumen investasi ini baru bermula sejak akhir 1990an.

bisnistipz.com Walau demikian, menurut Ngaturduit.com berinvestasi saham masih merupakan hal yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Itu mengacu pada data yang diungkap oleh Bursa Efek Indonesia di per Oktober 2014, yaitu baru ada sekitar 600.000an pelaku investasi di pasar saham, dan sebagian besar adalah investor dari luar negeri. 

Rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia ditengarai menjadi penyebab hal di atas. Apalagi masih ada saja mitos-mitos yang salah mengenai investasi saham yang beredar di masyarakat. Ini dia: 
 
Butuh modal besar. Besarnya modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di pasar saham kerap kali menjadi alasan yang biasa dilontarkan. Namun, per Januari 2014 BEI sudah membuat peraturan minimal pembelian saham sebesar 1 lot yaitu 100 lembar. Dengan peraturan ini tentu masyarakat bisa membeli saham karena menjadi terjangkau harganya. 
 
Saham = Judi. Pandangan ini muncul karena melihat aksi jual beli dalam waktu singkat yang terjadi. Tanpa memiliki pengetahuan yang cukup tentang berinvestasi maka seorang investor akan melakukan jual dan beli saat mendengar rumor, mengikuti apa kata orang lain, dan faktor emosional ketika melihat harga saham yang dibeli naik. Jika tujuan Anda adalah untuk berinvestasi, maka jangan terpengaruh hal tersebut. Lain halnya jika tujuannya Anda adalah trading atau berdagang. Itupun Anda harus melengkapi dengan berbagai ilmu trading saham. Memang, tidak ada satupun yang tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah saham akan naik atau turun. Namun seorang investor bisa mempelajari kinerja masa lalu yang ada. Dengan memiliki ilmu dan tujuan, baik berinvestasi maupun trading bukanlah judi. 
 
Risiko Tinggi. Setiap investasi – apapun jenisnya – memiliki risiko. Lalu, apakah hal itu membuat Anda batal berinvestasi? Seharusnya tidak. Karena, dengan tidak berinvestasi uang Anda juga memiliki risiko berkurangnya daya beli. Disinggung sebelumnya, setelah memiliki pengetahuan dan tujuan, investor tentu juga harus memahami risiko dari berbagai investasi. Untuk itu, tanyakan kepada diri sendiri, ‘apakah berinvestasi saham cocok untuk saya?’ Prinsipnya, untuk mengurangi risiko investasi saham lebih cocok untuk investasi jangka panjang bukan jangka pendek. 

Semoga Bermanfaat,.
by. Hasim Pratamaputera
Read More...

Anda Sudah Siap Investasi Saham?

1 comment
Anda Sudah Siap Investasi Saham?
hai agan,.. kali ini saya akan membahas Bisnis dalam dunia Saham (investasi saham),. Sudah siap Investasi Saham.,??
Di antara berbagai macam investasi yang ditawarkan, saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan modal yang relatif kecil. 

bisnistipz.com Tidak seperti halnya investasi properti yang di Indonesia kerap memberikan keuntungan puluhan bahkan ratusan persen, berinvestasi saham juga mampu memberikan keuntungan berlipat, namun dengan nilai investasi yang jauh lebih kecil.

Bahkan menurut perencana keuangan Mada Aryanugraha, SE, RFA, partner Ngaturduit.com, sejumlah perusahaan sekuritas – tempat di mana Anda harus membuka rekening sebagai investor sebagai syarat agar Anda dapat mulai berinvestasi saham – sudah memberikan kemudahan dari syarat pembukaan rekening, yaitu dengan nilai nominal paling kecil hanya satu juta rupiah, dengan menggunakan kartu mahasiswa. Sedangkan untuk non mahasiswa untuk pembukaan rekening adalah minimal lima juta rupiah. 

“Sedangkan untuk pembelian sahamnya sendiri tergantung nilai saham dari perusahaan yang Anda inginkan,” kata Mada. 

Mada menjelaskan bahwa harga saham termurah saat ini adalah Rp 50 per lembar, di mana minimum pembelian adalah 1 lot atau 100 lembar. 

“Jadi, jika Anda ingin membeli 1 lot maka perlu membayar hanya Rp5.000. Artinya, dengan dana sebesar Rp500 ribu Anda sesungguhnya sudah bisa membeli saham,” ungkap Mada. “Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah modal untuk membuka rekening sahamnya dengan besaran antara satu juta sampai lima juta rupiah. Jika saat ini modal Anda hanya Rp500 ribu, tentunya belum mencukupi untuk membuka rekening saham di sekuritas. Jalan keluarnya adalah dengan mengumpulkan terlebih dahulu dari pendapatan Anda sampai dengan nominal lima juta rupiah tercapai.”

Menurut Mada, yang perlu diketahui dan dipertimbangkan sebelum berinvestasi saham adalah berinvestasi langsung di pasar saham membutuhkan pengetahuan yang mendalam. 

“Terutama pengetahuan terkait analisa teknikal dan fundamental,” jelas Mada. “Itu karena resiko berinvestasi di pasar saham sangat tinggi.”

Mada memberi saran, bila tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk berinvestasi langsung di pasar saham, terutama untuk pemula, di mana keterbatasan pengetahuan dan kesiapan modal saat ini, ada baiknya mulai mengikuti seminar atau workshop terkait. 

“Selain itu, toh, berinvestasi tidak harus selalu langsung di pasar saham. Sebaiknya belajar berinvestasi terlebih dahulu di produk Reksa Dana, di mana tidak terlalu di butuhkan kemampuan analisa teknikal dan juga modal yang besar,” ungkap Mada. “Bahkan dengan modal Rp. 500.000 sudah cukup untuk memulai berinvestasi di Reksa Dana, karena untuk Reksa Dana mulai dari Rp. 100.000 sudah bisa berinvestasi.”

Semoga Bermanfaat,.
by. Hasim Pratamaputera
Read More...